Names of Allah

Thursday, February 19, 2009

Salju kali ini

Tahun ini adalah tahun terdingin selama 5 tahun terakhir. Minimal bagi saya. Betapa tidak, musim dingin yang beberapa tahun sebelumnya hanya menyisakan salju yang samar-samar dan cuman beberapa jam saja, tapi kali ini benar-benar putih.
Saat ku buka tirai di balkon belakang rumah, lihatlah salju yang turun menerus sepagian.
Ranting-rainting pepohonan yang berubah memutih.
Hamparan putih bak awan jernih tak tercemar secuil pun.

Putih...putih...putih...

Seakan melihat tetesan-tetesan eskrim vanilla memenuhi halaman belakang rumah.
Seperti menyaksikan hamparan puding es krim vanila di belakang rumah.

Putih,lembut dan indah.

Friday, October 24, 2008

Kembali di Magdeburg

Kutelusuri sekali lagi jalan-jalan di magdeburg.
Jalan yang mengingatkanku pada mereka,sahabat-sahabatku.
Kapankah lagi aku bisa menemui mereka.

Ingat saat-saat pengajian bersama,
badminton bersama,
atau grillen bersama.

Kuingat bahwa keluarga ibnu tinggal disini,
dan digedung ini tinggal banyakdari mereka,
dan di gedung sana dulu tinggal keluarga yosi,
keluarga Oo,
keluarga Zaini,
keluarga Agus salim,
keluarga Hakim,
dan yang lain-lain.

Gedung tinggi, yang biasa kita kenal dengan Hochhaus,
pun banyak memberikan kenangan di benakku.
Aku dulu pernah tinggal disini,
pun pak Muharram, pak Muzakkir, popi dan yang lain-lain.

Kini aku di Magdeburg lagi,
baru saja mengembalikan kunci kamarku ke Hausmeister,
setelah 2 minggu lebih , untuk ujian akhirku.

Mungkin ini kali terakhir aku berdiam lama di magdeburg,
karena urusan studiku pun sudah usai pula.
Aku tak tahu lagi, kapan aku bisa menemui magdeburg,
atau mungkin hanya melewatinya saja manakala harus ke kota lain?

Magdeburg,
kota yang masuk dalam sejarah hidupku.
Beberapa tahun kuukir kenanganku bersamanya.

Magdeburg,
meski tak seramah tanah air,
namun mau tak mau, dia telah menjadi bagian dalam perjalanan hidupku.

Magdeburg,
.......................

Monday, October 20, 2008

Perjalanan ruhani pasca Romadhon

"Ya Alloh, berikan hamba-Mu ini nikmat tidur ya Alloh", doaku setelah hampir 2 jam berbaring di pembaringan ini namun tak sekejappun mata ini bisa terpejam. Ku coba memejamkan mata dan menghilangkan semua beban pikiran,namun tiada jua bisa terlelap.

Beberapa hari ini saya tidak bisa tidur. Lelap hanya bisa mengalahkan kelelahan dan kepenatan pikiranku setelah kurang lebih mata dan badan ini terjaga sekitar 20-22 jam.
Apa pasal?
Aku yang biasanya dengan mudah terlelap meski baru sejam yang lalu disuguhi kopi.
Aku yang akan dengan cepat mengudara setelah beberapa menit menyentuh empuknya sang bantal.
Tapi,ada apa sekarang? Mengapa saat ini mata ini sukar untuk dipejamkan?

Dua minggu ini memang adalah persiapan ujian akhir saya,yang hasilnya kalau tidak lulus berarti D.O alias Dropout.
Nah itu dia ternyata penyebab pikiran terbawa sampai pada waktu dimana sang badan sudah menginginkan istirahat.
sampai kemudian, saya meminta bantuan sang suami tercinta untuk memijit kepala dan kaki sampai aku bisa terlelap.
=====================
Apa yang bisa kuambil dari semua kejadian itu? Adakah hikmah yang bisa kuambil didalamnya?
Masyaalloh.....astaghfirulloh...
Alloh, hanya karena ujian dunia yang waktu dan saatnya sudah jauh-jauh hari diumumkan, aku tak bisa tidur,aku gelisah dan resah.
Tapi....mengapa aku begitu nyenyaknya meski aku tahu bahwa kematian akan datang? Dan dia datang tanpa berita atau pengumuman? Mengapa aku tak merasa gelisah mengingat bahwa ternyata aku belum siap bekal menghadapinya?
Mengapa aku tak merasa resah mengingat bahwa kalau tidak lulus di hari pengadilan Alloh balasannya adalah neraka? Bukan hanya sekedar DO dari sebuah universitas. Ini bukan main-main....

Kalau didunia aku harus DO,aku maasih bisa mencari kesempatan lain. Sedangkan ketika aku nanti di DO dari barisan orang-orang yang layak masuk ke surga, apa yang bisa aku cari? kemana lagi kau harus mencari dan berlindung?

========================
Astaghfirullohal 'adziim...
Alloh, ampuni hamba-Mu ini ya Alloh.
Mudahkan hamba untuk bisa selalu taat pada-Mu,
tolonglah hamba untuk mempersiapkan bekal-bekal menghadap-Mu.

Sunday, September 28, 2008

Tarawih terakhir,Ramadhan ini.

Ada sesuatu yang berkecamuk di dada ini,
manakala sujud terakhir,
taraweh terakhir Ramadhan ini.
Masyaaloh...
ini taraweh terakhir ku di Ramadhan kali ini,
sungguh aku tak tahu...
apa saja yang telah kupersembahkan...
untuk mengangkat amal-amalku.
Masyaalloh...
berjuta rasa berkecamuk dalam dada ini,
sedih....
haru..
harap...
takut...
rindu...

Aku tak yakin,
gelar kehormatan dari-Mu bisa kuraih,
mengenangkan hal-hal yang terjadi selama sebulan kemarin.
Puasaku...?
Sholatku...?
tarawehku...?
Tilawah quranku...?
Shodaqohku....?

Adakah semua yang kulakukan selama ini
mempunyai arti disisi-Mu?
Ataukah dia hanya debu yang beterbangan,
yang tidak bermakna sedikitpun,
di hadapan-Mu.

Taraweh terakhir Ramadhan ini,
berjuta harap pada-Mu,
Kau bukakan pintu ar-royan untukku.

Wednesday, September 24, 2008

Percakapan antara Ramadhan dan Aku

A : Ramadhan, sebentar lagi kamu akan pergi ya?

R : Iya

A : Hemm. Padahal aku masih pengin bersama kamu.

R : Insyaalloh kan setiap tahun aku datang.

A : Iya,insyaalloh. Tapi kan aku tak tahu apa bisa ketemu kamu lagi atau tidak.

R : Mintalah sama Alloh.

Trus selama aku ngga ada, apa yang mo kamu lakuin?

A : Penginnya sih sama seperti pas ada kamu. Baca Quran banyak-banyak, Sholat

malam,banyak sedekah, banyak berbuat baik. Rasanya sama Alloh tuh dekeeet banget.

Tapi kalau kamu ga ada biasanya susah.

R : Kenapa susahnya?

A : Banyak godaannya.

R : Kan udah latihan pas bareng aku?

A : Nah itu dia. Padahal tiap kali kita bareng, aku selalu latihan. Dari aku kecil ampe sekarang,

insyaalloh sih udah banyak latihannya. Tapi..

R : Tapi kenapa?

A : Tapi mungkin dasar akunya aja yang males ya...

R : Ya,kamu....jangan males dong...ntar aku kecewa lho sama kamu. Aku kan udah coba latih

kamu...tapi kalau kamunya males..gimana dong? Sedih nih aku.

A : Iya..maaf...maaf.

R : makanya, jangan males ya?

A : Insyaalloh. Aku akan inget nasihat kamu dan juga saat-saat bareng sama kamu. Dan

doain ya biar aku selalu bisa baik.

R : Insyaalloh. Tapi,kalaupun kamu suatu saat lupa, jangan putus asa, cepet-cepet inget lagi

ya.. Kalau lama lupanya,bisa jauh tuh sama Alloh. Nggak enak kan jauh dari Alloh?

A : Iya...kalau aku pas jauh dari Alloh...rasanya kok semuanya serba tergesa-

gesa,gundah,gelisah...

R : Nah,kamu kan udah tahu sendiri.

A : Iya. Oh iya, sisa hari-hari bersamamu,akan aku banyakin amalanku. Setuju kan?

R : Setuju. Ayo....

Tuesday, September 23, 2008

Kedudukan pemaaf

Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat
pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah
swt berfirman: "...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah."
(Q.S.Asy-Syura : 40). Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika
kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau
menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau
memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan
Al-Baghawy).

adakah Kau pun rindu padaku?

Alloh,aku rindu....
saat-saat berdua dengan-Mu,
saat-saat ku bisa menumpahkan keluh kesahku,
saat-saat ku bisa mengalunkan kerinduanku,
saat-saat ku rasakan,
kedekatan-Mu.

Alloh, aku rindu.....
saat-saat ku bisa menangis di haribaan-Mu
di pertengahan malam gulita,
mintakan ampun kesahanku.

Alloh,
akankah bisa kembali,
kurasakan ketergantunganku
pada-Mu?
Bisakah kembali kurasakan,
sedihnya jauh dari-Mu?

Alloh,
ketika ku ucapkan
Iyyak na'budu wa iyyaka nasta'iin...
Engkau pun tahu ya Alloh,
betapa besarnya kerinduan dan ketergantunganku pada-Mu.

Ketika tangis pada sujud panjangku,
Engkau pun tahu ya Alloh,
bahwa hanya Engkau yang bisa menolongku,
dari beban-beban kehidupanku.
Hanya Engkau yang bisa melepaskanku,
dari kenistaan di dunia dan akhirat.

Alloh,
adakah Kau pun rindu padaku?

Aku ingin..........

Aku ingin,
agar aku bisa selalu
meminta maaf atas semua kesalahanku.

Aku ingin,
agar aku bisa selalu
memaafkan orang-orang yang membuat kesalahan
padaku.

Aku ingin,
agar aku bisa senantiasa
menahan amarahku.

Aku ingin,
agar aku bisa senantiasa
berterimakasih
atas semua kebaikan untukku.

Maka,
hari ini kawan,
aku meminta, maafkan aku.
Dan aku pun telah memaafkanmu.
Dan aku pun menahan amarahku.
Dan aku pun berterimakasih padamu.
Karna kuingin,
ampunan dan surga Alloh untukku.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, Allah menyediakan syurga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Al-Imran: 133-134)."

Maaf.........

Kawan,
aku tahu dari raut wajahmu,
kau marah padaku,
ketika tak sengaja tersilap kata
dari lisanku.
Maka...maafkan aku.

Kawan,
aku tahu dari suaramu,
bahwa kau tersinggung denganku,
dari tindakanku
yang tak sadar kulakukan dihadapanmu.
Maka....maafkanlah aku.

Kawan,
dari sikapmu,aku tahu
bahwa aku telah melukaimu.
Maka...maafkanlah aku.

Beribu kali mungkin ku telah melukaimu,
berulangkali mungkin ku telah menyinggungmu,
seringkali mungkin ku telah membuatmu marah,
atau juga sedih.
Maka...maafkanlah aku.

Monday, September 08, 2008

Ku pendam rinduku,bunda.

Enam Romadhon ku lalui,
tanpa sekalipun sempat melihat raut wajahmu.
Hanya suara kerinduan yang ku rekam lewat alunan lisanmu,
dan ku pendam kerinduanku.

Bunda,
maafkan aku yang belum jua bisa menemuimu,
apatah lagi menghadiahkn kebahagiaan untukmu.

Bunda,
sering kau hadir di pelupuk mataku,
ku bayangkan keriput wajahmu yang semakin bertambah,
karena ketuaan dan perihnya hidup yang engkau arungi.

Maafkan anakmu ini,
yang belum jua bisa membuatmu tersenyum,
sebuah senyum kebahagiaan.
Maafkan anakmu ini,
yang belum bisa mengurangi beban di pundakmu,
bahkan mungkin justru menambahnya dengan problem kehidupan,
yang tidak jarang kuungkapkan padamu.

Bunda,
aku ingat sekali.
Ketika aku berkeinginan memberangkatkanmu ke rumah Alloh,
dengan gaji pertamaku.
Tapi,
sekali lagi maafkan aku bunda.
Mungkin saat ini,
hanya doa yang bisa ku kirimkan untukmu.

Pada-Mu ya Alloh,
ampuni dosa bundaku,
sayangi ia,
seperti dia menyayangiku sejak ku kecil.
Dan kabulkanlah doaku dan doanya,
agar ia bisa menyinggahi rumahmu,Baitulloh.

Bunda.....
aku sayang padamu,
aku cinta padamu,
aku rindu padamu.
Ku pendam kerinduanku ini bunda,
dan kugantikan sebuah doa,
agar Alloh senantiasa merahmatimu.

Keyakinan

Hari ini, kudengar cerita dari seseorang.
"Keyakinan. yakin bahwa sesuatu bisa dilakukan, itu akan menguatkan semangat kita. yakin. Itulah kunci sebuah keberhasilan".

Benar.
Manakala kita yakin akan rizqi Alloh, insyaalloh kita akan berusaha mengaisnya dengan sebenar.
Manakala yakin akan janji Alloh, kita tidak akan pernah berputus asa akan Rahmat-Nya.
Jika yakin surga dan neraka Alloh, maka tidak akan ada kesempatan buat kita mempermainkan-Nya.

Yakin....ke Maha besaran-Mu.
Yakin....ke Maha dahsyatan azab-Mu.
yakin pula...ke Maha luasan ampunan-Mu.

Alloh,
hamba senantiasa yakin,
bahwa Engkau tidak akan meninggalkan hamba,
sendiri melangkah di kegelapan sebuah jalan.
Bimbinglah hamba selalu.....
jangan biarkan langkah ini meniti jalan kemaksiatan....

Hamba pun yakin akan semua keputusan-Mu.
Pasti yang terbaik untukku.

Saturday, September 06, 2008

Romadhon mubarak

Segala puji hanya bagiMu ya Alloh,
yang telah mempertemukanku kembali RomadhonMu,
dan ingin ku azzamkan kembali,
akan kujadikan Romadhan kali ini,
sebagai titik penambahan semangatku.
Dan semoga Romadhon kali ini,
akan bisa menjadi pengingat dan pengevaluasi,
apa sajakah yang sudah kulakukan sesudah Romadhon yang lalu?

Romadhon ini ya Alloh...
jadikan indahnya mengisi relung jiwaku,
jadikan ghirohnya memicu denyut jantungku.
Aku ingin berjalan dan berlari,
mengkuti irama RomadhonMu.
Hingga bisa ku dapatkan.....
la'allakum tattaquun....
derajat taqwa dari Mu.

Semua untuk-Mu

Kembali aku hadir di hadapan Mu ya Robb yang Maha,
lisanku pun kembali mengalunkan;
Innaa sholaatii...
wa nusukii...
wa mahyayaa...
wa mamaatii...
Lillaahi Robbil 'aalamiin.....

Sesungguhnya berulangkali aku berjanji pada-Mu
bahwa sholatku hanya untukMu
ibadahku hanya pula untukMu
Hidup dan matiku pun hanya untukMu.

Namun,
maafkanlah hambaMu ini ya Alloh...
yang senantiasa mengulang kembali kealpaan,
dan kekhilafan.
maafkan hambaMu ini ya Alloh,
bila seringkali ada yang lain,
dalam sholatku,
dalam ibadahku,
dalam hidupku.

Alloh yang Maha,
berilah kesempatan untukku,
tuk bertobat dan berharap ampunanMu.

Hamba takut akan azabMu,
hamba takut akan murkaMu,
hamba takut akan nerakaMu,
dan hamba takut
Engkau tidak akan menolehkan pandanganMu untukku.

Alloh....iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin.
Laa haulaa
walaa quwwata
illaa bilaah.

Sunday, August 03, 2008

Doaku untukmu,saudaraku

Kembali sebuah SMS dari saudaraku,yang kini di negeri lain.
Sebuah kesedihan dan kesendirian yang bisa kurasakan dari kata-kata yang mengalir di smsnya.
Sebuah kerinduan.

Yah, kerinduan.
...pada kampung halaman yang jauh di mata,
...pada sang kekasih yang jua tak ada disisi,
...pada ayah bunda.
...pada handai taulan.

Pun kerinduan akan hari-hari seperti dulu,
tenang dalam belaian islam,
sejuk bersama saudara seperjuangan,
suasana saling mengingatkan.


Wahai saudaraku,
sebuah doa yang hanya bisa kulakukan untukmu.
Semoga Alloh tetap memberi kesabaran dan kemudahan atas hari-harimu.
Semoga Alloh memberi ketenangan atas kegelisahan dan kerinduanmu.
Semoga Alloh senantiasa menemani hari-harimu.

Saudaraku, insyaalloh bersama kesulitan ada kemudahan.
Pun itu yang kuharapkan untukmu.

Ketika aku tak bisa lagi berkata-kata

Hari dimana hanya Dia berkuasa,

Hari dimana Dia bertanya:

Wahai Mata, apa yang telah kau lihat sepanjang usia?

....Kau lihat jugakah khianat yang membuat mata bersimbah darah?

....kau lihat juakah maksiat yang membuat mu berpeluh dengan nanah?”

Wahai sang telinga,

....Adakah suara hikmah yang selalu berkunjung,

....Ataukah suara-suara yang membuatKU murka?

Wahai lisan?

....Engkau pula yang sangat bertanggungjawab sepanjang kehidupannya,

....Apa yang telah mengalir darimu,

....Embun beningkah yang mampu menyejukkan hati yang mendengar,

....Ataukah angkara yang membuat gelegak amarah ?

Wahai hati....!

....masihkah getaran-getaran khianat bersemayam disitu?

....hati yang gelap,kesat dan membatu

....dimana tak mampu cahayaKU bisa menembusmu

Wahai..........

Wahai..........

Wahai..........

Dan,

Hari itu aku tak lagi bisa berkata.

Saat dimana lisanku terkunci kelu.

Ketika tak mampu lagi aku berdalih dan sembunyi.

Adakah Engkau yang maha Kuasa, berkenan memberi ampunan untukku?

Thursday, June 05, 2008

Kekuatan iman mereka

suatu ahad di bawah terik sang mentari. Dalam sebuah acara yang melibatkan hampir semua masyarakat muslim di Berlin, saso juni 2008.
Saat itu,ada bermacam hikmah yang bisa kukenang. Banyak nasihat yang bisa ku petik. Namun ada 2 hikmah yang ku ambil dari 2 mualaf jerman,yang menampakkan kekuatan iman mereka.
======
Namanya Aminah. Dia bersuamikan muslim indonesia,dan sudah dikaruniai 2 orang anak. Dari penampilannya saja,sudah bisa kuambil kesimpulan,bahwa dia tidaklah main-main ketika memilih islam sebagai agamanya. Sampai kemudian aku tertegun dan terkesima,manakala dia melanjutkan ceritanya :
"Schade dass ich jetzt so beschaftigt bin. Ich kann nicht mehr zum Pengajian gehen",ungkapnya.
"du kannst doch aber zur Munaya gehen und mit ihr ngaji zusammen".

"Ja,ich dachte schon. Aber es ist momentan noch schwer. Deshalb lese ich jedentag Quran zu Hause,obwohl ich noch nicht lesen kann,aber ich kann die deutsche Ubersetzung lesen",dia melanjutkan ceriatnya.

"Ja,es ist auch gut"

"Und weis du, yuni. Quran steht immer neben meinem Bett,damit ich vor Schlafen lesen kann. Sonst kann ich nicht schlafen. Wirklich. Ich kann nicht schlafen Ohne quran lesen".

Dugg. Masyaalloh. Dia yang mualaf,dia yang masih terbata ketika membaca tulisan arab, dan dia yang hanya membaca terjemahannya saja. Tapi dia tidk bisa tidur tanpa seblumnya membaca alquran?. sedang aku..?

=====
Namanya masih memakai nama aslinya,Ilona. seorang wanita asli jerman yang dididik di keluarga kristen. Dia menceritakan awal masuknya dia ke Islam.

"Ich war 16 jahre alt, als ich zum Islam eingetreten ist. Meine Familie war und ist Christ. Aber ich fande dass es nicht gut ist,weil mein Vater immer getrunken hatte. Jeden Tag hat er getrunken. Und ich sagte zu miener Mutti :"Wenn ich schon erwachsen bin,will ich nict heiraten".
Ich sagte solcher,weil ich mein Vater nicht ertruge. "Ob ein gute Mann eigetlich gibt?".
Und dann eineige Tage habe ich mit eine Türkische Familie getroffen,die neben unsere Wohnung wohnen. Sie sind mich eingeladen und ich habe die antwort von meine Frage gefunden. ...usw...to be continued

Thursday, May 29, 2008

Kehidupan kedua

Kelak,di hari yang pasti,
di hari ...
...ketika semua yang mati dibangkitkan kembali.
...ketika semua amal diperhitungkan.
...ketika tiada tempat berlindung,kecuali perlindungan-nya.
...ketika tiada tempat bersembunyi dari azab-Nya.

Ketika itulah,
...nasib kehidupan kedua ditentukan.
...adakah sang tangan kanan yang berperan,
...ataukah justru sang tangan kiri yang lebih dominan.

Di hari itu...,
... manusia lari dari saudaranya,
...manusia lari dari bapak dan ibunya,
...manusia lari dari istri dan anak-anaknya,

Setiap orang pada hari itu,
mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Maka pada hari itu,
manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya.

sebuah hati

Tiada siapapun yang tahu,
yang terbersit,
kepalsuan dan wajah aslinya.

Ketika bibir tersenyum dan lisan berucap manis,
Ketika airmata menetes dan raut wajah pilu,
Ketika tertawa dan merona cerah di wajah,
.....adakah sang hati pun demikian?

Ataukah...semua itu hanya kepalsuan?

Ketika lisan berkata iya,
ketika lisan berkata tidak,
ketika lisan berucap harus,
ketika lisan berucap tidak mau,
...Adakah sang hati demikian?

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka,dan berkatalah kepada Kami
tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka
terhadap apa yang dahulu mereka usahakan" QS.36:65

Tuesday, May 27, 2008

Ujian itu, dariMu.

Ujian itu, dariMu.

Ampuni aku yang terkadang terlalu cepat menilai segala keputusan-Mu, ya Alloh.
Apalagi sesuatu yang tidak menjadi keinginanku.
Hamba tidak ingin menggugat tentang ujian-Mu.
Hamba juga tidak ingin bertanya, mengapa Kau tidak kabulkan doa-doa panjangku?
Hanya satu pintaku ya Alloh
Sabarkan aku selalu, ketika ujian itu datang padaku.

Sepetik doa untuk mereka

Alloh ya Robb,
kudengar kondisi saudara-saudaraku di bumi pertiwi
kekurangan,kelaparan,keputusa-asaan dan kepanikan
ditengah galau dan gelisahnya kehidupan negeriku.
Kudengar bahkan mereka ada yang mau menjual iman karena ujian itu.
Kudengar bahkan ada diantara mereka yang putusasa dan merenggut nyawa dengan paksa.

Ya Robb,
pada-Mu kupinta,
berilah mereka kesabaran atas ujian yang menimpa mereka,
berilah mereka ketabahan atas apa yang terjadi pada mereka,
berilah mereka kekuatan iman,agar tidak menjual akidah mereka,
berilah mereka kesadaran,bahwa itu semua adalah ujian kehidupan,
yang Engkau berikan untuk menguji mereka.

Alloh,
Engkaulah penentu segala,
sabarkan dan kuatkan iman saudara-saudara hamba disana ya Alloh.