Names of Allah

Tuesday, April 23, 2013

Rahasia-Mu

Rahasia-rahasia yang tak ku tahu,
detik ini pun aku berada dalam lingkaran
rahasia yang kadang tidak mampu ku telaah,
sering terlalu sulit  ku urai,
adalah rahasia-Mu.

Dan disini,
ketika aku sudah berada disini,
dengan segala ketidaktahuan
dengan segala kebertanyaan,
aku pun hanya mampu
ikhtiar dan harap pada-Mu.

Rahasia-Mu,
adalah yang tak kutahu.
Rahasia-Mu,
hanya Engkau yang tahu.

Pintaku pada-Mu,
agar aku bisa menemukan hikmah dalam ketidaktahuanku.
Yang kuingin, adalah keyakinan dan husnudzon pada-Mu.

Hikmah semua rahasia-Mu,
pastilah kebaikan,
juga untukku.

Saturday, April 13, 2013

Rindu,sedih dan bahagia

Rindu adalah simpanan hati,
manakala ia menggejolak, menginginkan sesuatu,
nan mendekat dan juga menyapa.

Sedih adalah gulana jiwa,
nan menyengsara dan seringkali meluka.
Namun ia juga,
pengingat hidup,
bahwa adakalanya ia pun datang,
dan jua menghilang dan tergantikan senyuman.

Bahagia terpancar dari aura,
saat sesuatu yang didamba, kini berada digenggaman.

Rindu, sedih dan gembira,
mereka datang dan pergi menurut waktunya,
kadang tak jua kita pinta.
Jika kita berada dalam hidup dan kehidupan,
kita pun harus bersiap disapa kesedihan,
dihinggapi kerinduan,
atau diceriakan dengan kebahagiaan.

Adalah milik Dia semuanya.
Mengapa kita tak meminta pada-Nya saja?

Menjenguk kembali

Lama nian ku tak jenguk dikau...
adakah dirimu baik-baik saja?

Thursday, February 18, 2010

Sumber motivasi

Ternyata, sumber motivasiku adalah ketika aku dekat dengan-Mu.
Ternyata, kelesuan motivasiku adalah ketika aku jauh dari-Mu.

Kuingat lagi,
dzikirku?
qiyamul lailku?
tilawah quranku?
amalanku?

Ah,
itulah penyebab kelesuan dan kelelahanku.
Aku jauh dari-Mu.

Motivasi

Hari-hari ini aku kehilangan motivasi....
lelah dan lesu.
Aku kehilangan semangat empat-limaku.
Sedangkan hati dan ragaku pun tiada sesegar dulu...


Dalam sepinya temaram lampu kamar,
kucoba kembali bertanya dengan hatiku,
apakah sungguh aku tak bisa temukan jalanku?
Apakah lesu dan lelahku telah begitu menguasaiku?
Ataukah ada lagi jalan tuk kembalikan motivasiku?

Aku tak tahu harus bagaimana

Segurat kekesalan tiba-tiba tampak di wajah yang biasanya penuh dengan ceria.
Suara keras mengalir dari lisannya.
Aku terbelalak, kaget tak menyangka.
Diam.
Sedih.
Kecewa.

Malam itu hanya air mata yang bisa menjadi tanda,
atas semua kesedihan dan kekecewaan yang bersatu dalam dada.
Mulut terkatup rapat,
wajah diam tertunduk,
namun airmata mengalir seperti aliran mata air.
Air mata kesedihan, kekecewaan dan mungkin juga penyesalan.

Kalau kalimat yang keluar dari lisan ini tak membuatnya luka,
seandainya nada suara tak terlalu tinggi yang keluar dari ucapan,
mungkin wajahnya tetap ceria.
Mungkin kalimat kerasnya tak akan kudengar malam itu.

Aku tak tahu harus bagaimana.
Sedih dan kecewa terlalu menguasai daripada penyesalan,
sehingga aku hanya diam,
tanpa ada keinginan tuk mengucapkan kalimat penyesalan
ataupun permintaan maaf.

Aku tak tahu harus bagaimana.
Yang jelas aku juga tersiksa...
aku ingin melihat kembali ceria di wajahnya...
senyum di bibirnya...
dan kalimat-kalimat indah terucap dari lisannya...

Thursday, February 04, 2010

Ku ingin mencintai-Mu

Inginku mencintai-Mu,
Sebanyak helaan nafasku,
Seirama denyut jantungku,
Sepanjang usiaku.

Ku ingin mencintai-Mu,
Sederas aliran nikmat-Mu,
Seluas ampunan Maghfirah-Mu,
Sebesar kasih sayang-Mu.

Aku ingin mencintai-Mu,
seperti Engkau mencintai
orang-orang yang mencintai-Mu.

Aku ingin cinta-Mu.
Cinta yang menjagaku dari kebencian-Mu,
cinta yang melindungiku dari siksa-Mu.

Monday, January 11, 2010

terkenal?

kalau mau jujur, aku akan mengatakan dengan lantang pada dunia bahwa aku ingin sesuatu yang luarbiasa yang akan mengenalkanku pada dunia yang luar biasa pula. Sama halnya ketika aku melihat sosok yang istimewa itu, mendapat pujian karena keistimewaannya.
Dimana-mana semua orang memperbincangkannya, mengaguminya dan menjadikannya sebagi idola mereka.
Pada saat yang lain, kulihat sosok yang sangat kukenal beberapa waktu lalu, kini telah menjadi seorang yang hampir seluruh penduduk negeri mengenal namanya. Wow, luarbiasa.
Decak kagum pun tak ayal lagi bisa ditemukan disetiap tempat dia berada. Luar biasa.

Ketika ada orang yang bertanya apakah dia merasa senang ketika dikenal banyak orang? Maka jawabannya adalah tentu saja. Kalau tidak, mengapa selalu saja rame ketika ada audisi indonesia ido, atau DSDS atau lomba-lomba lainnya. Minimal mereka mengharapkn hadiah yang akan bisa dia dapatkan ketika memenangkan perlombaan tersebut.

Lalu, apakah aku termasuk didalamnya? Hemm...jujur saja, kadang memang ada keinginan untuk menjadi terkenal, dikenal banyak orang. Tetapi, dilain pihak, ketakutan menjadi terkenal pun tersimpan jelas di diri ini bahkan aku akan sangat jelas merasakannya.
Lalu bagaimana?
Seandainya ada bentuk keterkenalan yang tidak membuatku terlena, maka aku pun akan mencobanya.
seandainya ada bentuk keistimewaan yang membuat sang empunya tidak menjadi angkuh, akupun ingin memilikinya.
Seandanya ada bentuk keluarbiasaan yang membuatku semakin merasa tidak punya apa-apa, aku ingin mendapatkannya.
Lalu, dimana itu semua?

Ternyata tak begitu susah mendapatkan informasinya, tetapi yang sangat susah adalah menempuhnya.....
Aku ingin terkenal dihadapan para malaikat, istimewa dipandangan-Nya dan tentu saja keluarbiasaan dari sang Maha luarbiasa.

Seandainya bisa kuraih secuil saja, sungguh aku sangat berbahagia.

Sunday, December 20, 2009

Sebuah doa di hari ibu

Sebuah doa di hari ibu

Aku mempunyai 3 orang ibu. Ibu yang melahirkanku, ibu yang melahirkan suamiku dan yang satunya adalah ibu yang menyusuiku. Hari selasa yang lalu, ibu yang semasa menyusuiku ketika masa kecilku, menghadap keharibaan ilahi robbi. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un. Sedih dan juga terhentak jiwaku ketika aku mendengar kabar tersebut . Mengingat bahwa aku ternyata belum memenuhi kewajiban baktiku padanya.

Tepat setahun yang lalu, ketika aku sempat pulang ke tanah air , kujumpai wajah tirus dan pucat karena sakit yang telah lama diderita beliau. Sakit yang bisa dikatakan menghilangkan hampir separuh badan beliau, melenyapkan semua kekuatan dan semangatnya. Namun, Alhamdulillah semangat untuk tetap berikhtiar mengobati sakitnya tidak lepas darinya. Meski untuk itu beliau harus rela berpayah-payah berobat ke ibukota propinsi yang notabenenya lumayan jauh dari tempat tinggal beliau. Namun itu semua tidak memudarkan semangatnya. Meski untuk itu pula, simpanan demi simpanan harus rela dikeluarkan, namun alhamdulillah tidak mengendurkan ikhtiarnya.
Wajah pucat dan tirus yang kukenang setahun yang lalu, pun bukan wajah yang penuh dengan putus asa atau kekecewaan. Senyum sesekali hadir di wajahnya.
Sosok ibu susuku itu adalah ibu yang penuh perhatian pada putra-putrinya, terutama perhatian pada akhlaq mereka. Jilbab adalah salah satu perhatian beliau. Dan alhamdulillah ketiga putri beliau pun tidak ketinggalan mengikuti jejak nasihat ibunya untuk selalu mengenakan pakaian identitas muslimah tersebut. Jilbab rapi selalu dikenakan oleh beliau dan ketiga putrinya.
Sholat, meski harus dalam kondisi duduk atau terbaring karena sakitnya, tidak pernah beliau abaikan. Semoga kondisi beliau ketika terakhir dipanggil oleh pemiliknya adalah kondisi yang terbaik, kondisi khusnul khotimah. “Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu’anha“. Amin.

Hari ini, kucoba mencoba evaluasi diri. Ternyata, aku belum bisa memberikan apa-apa buat beliau, ketika beliau sehat ,pun saat beliau sakit. Balasan perhatian ataupun material, ternyata aku belum bisa membalasnya sampai akhir usianya. Bahkan mungkin, ketika akupun sudah memberikan separuh hidupku untuk merawat beliau, mungkin itu pun belum sepadan dengan apa yang beliau berikan buatku. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik atas semua yang telah beliau berikan buatku. Hanya rangkaian doa yang bisa kupersembahkan sebagai bentuk baktiku padamu. Maafkan aku atas kekhilafanku ibu.

Kini, dua orang ibu yang masih aku punyai sekarang, akupun belum bisa memberikan yang terbaik buat beliau berdua. Aku belum bisa menjadikan diriku menjadi anak yang berbakti buat beliau berdua. Bahkan perhatian dalam bentuk menelpon dan menanyakan kondisi beliau berdua, terkadang aku enggan melakukannya. Apalagi bentuk-bentuk perhatian yang lainnya.
Maafkan aku ibu atas segala kelemahan dan ketiadaberdayaan anakmu tuk memberikan yang terbaik untukmu. Aku belum bisa memberikan ketulusan baktiku. Pun belum jua mampu meringankan beban yang ada dipundakmu.

Ya Allah, mudahkanlah untukku tuk bisa berbakti pada kedua ibuku. Mereka telah memberikan yang terbaik untukku, namun aku belum bisa membalas kebaikan beliau berdua, membahagiakan beliau, menghilangkan duka dan menghadiahkan senyum diwajah beliau berdua.

Ya Allah, ampunilah dosaku. Ampunilah dosa ibu yang melahirkanku, ampuni dosa ibu yang melahirkan suamiku, dan ampuni dosa ibu susuku. Kasihilah mereka ya Allah. Lindungi mereka dalam perlindungan terbaikMu. Tempatkan ibu susuku di tempat yang mulia disisi-Mu ya Allah. Ketiga ibu itu, adalah wanita yang terbaik yang pernah kau berikan untukku. Rahmati mereka ya Allah. Amin.


Berlin, 20 Desember 2009

Sunday, August 23, 2009

Wajah-wajah cinta masjid

Wajah-wajah cinta masjid

Hampir di semua kegiatan masjid, selalu ku jumpai wajah mereka diantara wajah yang hadir. Kali ini wajah-wajah itu berada di deretan jamaah masjid yang sedang tekun menyimak nasihat yang disampaikan ustadz dalam kesempatan pengajian bulanan. Suatu saat, wajah-wajah itu ku temukan sebagai subyek yang hilir mudik ditengah ramainya pengunjung acara sate somay yang telah menjadi kegiatan rutin masjid alfalah untuk mencari dana guna membayar uang sewa bulanannya. Di saat lain kutemukan wajah-wajah itu duduk di masjid dengan kitab suci alquran ditangannya, lantunan suara alquran pun keluar dari lisan mereka.

Kali ini, kutemui wajah-wajah itu diantara mereka yang menyiapkan acara buka puasa bersama di masjid tercinta ini. Meski tampak letih, namun semangat yang kuat terlihat dalam pandangan mata mereka. Keceriaan pun tak lepas dari wajah mereka. Tangan-tangan mereka lincah menyiapkan segala keperluan. Alas makan, gelas,piring,sendok,air minum dan lain sebagainya. Tak sedikitpun kalimat keluhan keluar dari bibir-bibir mereka yang senantiasa dihiasi senyum.

Wajah-wajah itu senantiasa kutemui di masjid. Wajah yang santun, ramah dan penuh dengan ketenangan.

Kemudian kuingat sebuah hadits Rosululloh, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits "Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki (dan perempuan) yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata : sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya" (HR Bukhari Muslim).

Demi melihat wajah-wajah yang selalu kujumpai di semua acara masjid itu, wajah yang selalu ada ketika sangat di perlukan untuk kelancaran kegiatan masjid, wajah yang selalu meramaikan masjid, diam-diam aku berdoa, semoga wajah-wajah itu termasuk wajah-wajah yang dinaungi Allah swt,ketika tidak ada naungan yang lain selain naungan-Nya. Amin.

Friday, July 24, 2009

Saat kehilangan

"Es tut mir leid,aber ich habe das Schwangerschaft nicht mehr gefunden".

Dug..masyaallah...laa haulaa walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziim.

Air mata tentu saja berlinang, kesedihan mendekati hati dan jiwa ini.
Namun, ketika Dia mengambil kembali apa yang Dia titipkan, tentu saja tiada daya dan upaya kami tuk menolaknya. Dia sang pemilik. Dia jua yang berkehendak terhadap apa yang Dia inginkan.

Namun, sebagai seorang hamba yang lemah, yang tidak punya apa-apa, tentu saja hanya mengharap pada-Nya.

Robbi habli min ladunka dzurriyatan Thoyyibah, innaka samii'ud du'aa...

Wahai yang maha mendengar doa, karuniakanlah pada kami, keturunan yang thoyyibah dari sisi Engkau.

Insyaalloh kami ikhlas,ketika apa yang Engkau titipkan pada kami beberapa minggu lalu, Kau ambil lagi.
Namun ya Allah...kami berharap semoga Engkau menggantinya dengan yang lebih baik.
Engkau maha mendengar doa ya Allah...kabulkanlah doa dan rintihan kami. amin.

Monday, May 04, 2009

Sembuhkan ya Alloh...

Ku dengar aduan dari lisannya,
'mules...'
dan harus bolak-balik ke kamar kecil.
'sudah lebih dari 5 kali nih...'

Esoknya, kudengar kembali;
'lemes'...
'ga ada selera makan...'

Ya Allah,
meski pekerjaanku adalah berhubungan dengan orang sakit,
meski sering kulihat banyak yang menderita sakit yang sama,
tapi ketika orang terdekatku sakit,
sedih dan merasa tak berdaya luarbiasa melihat kesakitan dari wajahnya.

Allah, Engkau jualah yang memberi kesembuhan.
Sembuhkan dia ya Allah.
Hilangkan sakit dari suamiku tercinta.

Monday, April 06, 2009

Musim semi

Musim semi adalah musim yang paling dinanti oleh kebanyakan orang. Matahari, hangat, bunga berwarna-warni, dan suasana cerah. Dimana-mana orang berjalan-jalan bersama famili, kawan ataupun dengan anjing peliharaan.
Duduk-duduk di taman, baca buku, ngobrol, berlari-larian dan berkejar-kejaran. Bahkan terlihat juga sekumpulan anak bermain dengan bola sepaknya. Riang gembira.

Di pojok satunya, beberapa menikmati es krim yang memang nikmat dinikmati saat musim semi.
Atau ibu-ibu sudah membersihkan balkonnya masing-masing agar bisa digelar karpet untuk duduk-duduk, atau kursi atau persiapan grillen.

Alhamdulillah...kembali kujumpai musim semi di tahun 2009 ini. Semi yang identik dengan bunga. Semi yang identik dengan ceria.

Thursday, February 19, 2009

Salju kali ini

Tahun ini adalah tahun terdingin selama 5 tahun terakhir. Minimal bagi saya. Betapa tidak, musim dingin yang beberapa tahun sebelumnya hanya menyisakan salju yang samar-samar dan cuman beberapa jam saja, tapi kali ini benar-benar putih.
Saat ku buka tirai di balkon belakang rumah, lihatlah salju yang turun menerus sepagian.
Ranting-rainting pepohonan yang berubah memutih.
Hamparan putih bak awan jernih tak tercemar secuil pun.

Putih...putih...putih...

Seakan melihat tetesan-tetesan eskrim vanilla memenuhi halaman belakang rumah.
Seperti menyaksikan hamparan puding es krim vanila di belakang rumah.

Putih,lembut dan indah.

Friday, October 24, 2008

Kembali di Magdeburg

Kutelusuri sekali lagi jalan-jalan di magdeburg.
Jalan yang mengingatkanku pada mereka,sahabat-sahabatku.
Kapankah lagi aku bisa menemui mereka.

Ingat saat-saat pengajian bersama,
badminton bersama,
atau grillen bersama.

Kuingat bahwa keluarga ibnu tinggal disini,
dan digedung ini tinggal banyakdari mereka,
dan di gedung sana dulu tinggal keluarga yosi,
keluarga Oo,
keluarga Zaini,
keluarga Agus salim,
keluarga Hakim,
dan yang lain-lain.

Gedung tinggi, yang biasa kita kenal dengan Hochhaus,
pun banyak memberikan kenangan di benakku.
Aku dulu pernah tinggal disini,
pun pak Muharram, pak Muzakkir, popi dan yang lain-lain.

Kini aku di Magdeburg lagi,
baru saja mengembalikan kunci kamarku ke Hausmeister,
setelah 2 minggu lebih , untuk ujian akhirku.

Mungkin ini kali terakhir aku berdiam lama di magdeburg,
karena urusan studiku pun sudah usai pula.
Aku tak tahu lagi, kapan aku bisa menemui magdeburg,
atau mungkin hanya melewatinya saja manakala harus ke kota lain?

Magdeburg,
kota yang masuk dalam sejarah hidupku.
Beberapa tahun kuukir kenanganku bersamanya.

Magdeburg,
meski tak seramah tanah air,
namun mau tak mau, dia telah menjadi bagian dalam perjalanan hidupku.

Magdeburg,
.......................

Monday, October 20, 2008

Perjalanan ruhani pasca Romadhon

"Ya Alloh, berikan hamba-Mu ini nikmat tidur ya Alloh", doaku setelah hampir 2 jam berbaring di pembaringan ini namun tak sekejappun mata ini bisa terpejam. Ku coba memejamkan mata dan menghilangkan semua beban pikiran,namun tiada jua bisa terlelap.

Beberapa hari ini saya tidak bisa tidur. Lelap hanya bisa mengalahkan kelelahan dan kepenatan pikiranku setelah kurang lebih mata dan badan ini terjaga sekitar 20-22 jam.
Apa pasal?
Aku yang biasanya dengan mudah terlelap meski baru sejam yang lalu disuguhi kopi.
Aku yang akan dengan cepat mengudara setelah beberapa menit menyentuh empuknya sang bantal.
Tapi,ada apa sekarang? Mengapa saat ini mata ini sukar untuk dipejamkan?

Dua minggu ini memang adalah persiapan ujian akhir saya,yang hasilnya kalau tidak lulus berarti D.O alias Dropout.
Nah itu dia ternyata penyebab pikiran terbawa sampai pada waktu dimana sang badan sudah menginginkan istirahat.
sampai kemudian, saya meminta bantuan sang suami tercinta untuk memijit kepala dan kaki sampai aku bisa terlelap.
=====================
Apa yang bisa kuambil dari semua kejadian itu? Adakah hikmah yang bisa kuambil didalamnya?
Masyaalloh.....astaghfirulloh...
Alloh, hanya karena ujian dunia yang waktu dan saatnya sudah jauh-jauh hari diumumkan, aku tak bisa tidur,aku gelisah dan resah.
Tapi....mengapa aku begitu nyenyaknya meski aku tahu bahwa kematian akan datang? Dan dia datang tanpa berita atau pengumuman? Mengapa aku tak merasa gelisah mengingat bahwa ternyata aku belum siap bekal menghadapinya?
Mengapa aku tak merasa resah mengingat bahwa kalau tidak lulus di hari pengadilan Alloh balasannya adalah neraka? Bukan hanya sekedar DO dari sebuah universitas. Ini bukan main-main....

Kalau didunia aku harus DO,aku maasih bisa mencari kesempatan lain. Sedangkan ketika aku nanti di DO dari barisan orang-orang yang layak masuk ke surga, apa yang bisa aku cari? kemana lagi kau harus mencari dan berlindung?

========================
Astaghfirullohal 'adziim...
Alloh, ampuni hamba-Mu ini ya Alloh.
Mudahkan hamba untuk bisa selalu taat pada-Mu,
tolonglah hamba untuk mempersiapkan bekal-bekal menghadap-Mu.

Sunday, September 28, 2008

Tarawih terakhir,Ramadhan ini.

Ada sesuatu yang berkecamuk di dada ini,
manakala sujud terakhir,
taraweh terakhir Ramadhan ini.
Masyaaloh...
ini taraweh terakhir ku di Ramadhan kali ini,
sungguh aku tak tahu...
apa saja yang telah kupersembahkan...
untuk mengangkat amal-amalku.
Masyaalloh...
berjuta rasa berkecamuk dalam dada ini,
sedih....
haru..
harap...
takut...
rindu...

Aku tak yakin,
gelar kehormatan dari-Mu bisa kuraih,
mengenangkan hal-hal yang terjadi selama sebulan kemarin.
Puasaku...?
Sholatku...?
tarawehku...?
Tilawah quranku...?
Shodaqohku....?

Adakah semua yang kulakukan selama ini
mempunyai arti disisi-Mu?
Ataukah dia hanya debu yang beterbangan,
yang tidak bermakna sedikitpun,
di hadapan-Mu.

Taraweh terakhir Ramadhan ini,
berjuta harap pada-Mu,
Kau bukakan pintu ar-royan untukku.

Wednesday, September 24, 2008

Percakapan antara Ramadhan dan Aku

A : Ramadhan, sebentar lagi kamu akan pergi ya?

R : Iya

A : Hemm. Padahal aku masih pengin bersama kamu.

R : Insyaalloh kan setiap tahun aku datang.

A : Iya,insyaalloh. Tapi kan aku tak tahu apa bisa ketemu kamu lagi atau tidak.

R : Mintalah sama Alloh.

Trus selama aku ngga ada, apa yang mo kamu lakuin?

A : Penginnya sih sama seperti pas ada kamu. Baca Quran banyak-banyak, Sholat

malam,banyak sedekah, banyak berbuat baik. Rasanya sama Alloh tuh dekeeet banget.

Tapi kalau kamu ga ada biasanya susah.

R : Kenapa susahnya?

A : Banyak godaannya.

R : Kan udah latihan pas bareng aku?

A : Nah itu dia. Padahal tiap kali kita bareng, aku selalu latihan. Dari aku kecil ampe sekarang,

insyaalloh sih udah banyak latihannya. Tapi..

R : Tapi kenapa?

A : Tapi mungkin dasar akunya aja yang males ya...

R : Ya,kamu....jangan males dong...ntar aku kecewa lho sama kamu. Aku kan udah coba latih

kamu...tapi kalau kamunya males..gimana dong? Sedih nih aku.

A : Iya..maaf...maaf.

R : makanya, jangan males ya?

A : Insyaalloh. Aku akan inget nasihat kamu dan juga saat-saat bareng sama kamu. Dan

doain ya biar aku selalu bisa baik.

R : Insyaalloh. Tapi,kalaupun kamu suatu saat lupa, jangan putus asa, cepet-cepet inget lagi

ya.. Kalau lama lupanya,bisa jauh tuh sama Alloh. Nggak enak kan jauh dari Alloh?

A : Iya...kalau aku pas jauh dari Alloh...rasanya kok semuanya serba tergesa-

gesa,gundah,gelisah...

R : Nah,kamu kan udah tahu sendiri.

A : Iya. Oh iya, sisa hari-hari bersamamu,akan aku banyakin amalanku. Setuju kan?

R : Setuju. Ayo....

Tuesday, September 23, 2008

Kedudukan pemaaf

Islam mengajak manusia untuk saling memaafkan. Dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf. Karena sifat
pemaaf merupakan bagian dari akhlak yang sangat luhur, yang harus menyertai seorang Muslim yang bertakwa. Allah
swt berfirman: "...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah."
(Q.S.Asy-Syura : 40). Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika
kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau
menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau
memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan
Al-Baghawy).

adakah Kau pun rindu padaku?

Alloh,aku rindu....
saat-saat berdua dengan-Mu,
saat-saat ku bisa menumpahkan keluh kesahku,
saat-saat ku bisa mengalunkan kerinduanku,
saat-saat ku rasakan,
kedekatan-Mu.

Alloh, aku rindu.....
saat-saat ku bisa menangis di haribaan-Mu
di pertengahan malam gulita,
mintakan ampun kesahanku.

Alloh,
akankah bisa kembali,
kurasakan ketergantunganku
pada-Mu?
Bisakah kembali kurasakan,
sedihnya jauh dari-Mu?

Alloh,
ketika ku ucapkan
Iyyak na'budu wa iyyaka nasta'iin...
Engkau pun tahu ya Alloh,
betapa besarnya kerinduan dan ketergantunganku pada-Mu.

Ketika tangis pada sujud panjangku,
Engkau pun tahu ya Alloh,
bahwa hanya Engkau yang bisa menolongku,
dari beban-beban kehidupanku.
Hanya Engkau yang bisa melepaskanku,
dari kenistaan di dunia dan akhirat.

Alloh,
adakah Kau pun rindu padaku?